Ketika Semua Harus Berakhir
Kertas berwarna hitam bertuliskan UNDANGAN, terus kupandangi dari tadi. Huruf demi huruf, kata demi kata kuteliti dengan seksama. Antara yakin dan tidak. Sejenak ku intip di balik jendela kamarku yang tak berkaca, ku lihat rona merah membingkai kaki langit sore itu. Senja berlalu dengan cepat, waktu terus berlari menggapai malam. Terasa dingin mulai merasuk tulang sumsum. Tersentak dari lamunanku, aku baru sadar ternyata semuanya harus berakhir hari ini. Malam itu setelah shalat magrib, aku mulai memantapkan hati untuk tetap datang di resepsi pernikahannya walaupun hati ini menangis.
Semua mata tertuju padaku, seakan-akan aku ini Teroris yang sedang di cari oleh aparat kepolisian. Langkahku semakin terasa berat, ingin rasanya muka ini kusembunyikan supaya orang tidak memandangku. Semakin dekat semakin berat langkah ini. Tak kuasa kuayunkan tangan dan ku jabat tangannya dengan erat. “Kak… selamat menempuh hidup baru dan selamat berbahagia” ucapku dengan nada terbata diiringi bibir yang bergetar. Ku tarik nafas perlahan-lahan dan tersenyum manis pada mempelai wanita. Di tengah keramaian saat ini, aku malah merasa kesepian. Diantara banyaknya tawa dan senyum kebahagiaan, aku malah diselimuti kesedihan. Apa yang mereka rasakan saat ini terbalik 360° dengan apa yang aku rasakan. Tiba-tiba getaran handphone yang aku pegang mengagetkanku. Ternyata itu telpon dari yuda sahabatku yang setia mengantarku ke tempat ini.
“Halo… Assalamualaikum Yud”. “Waalaikum salam” balas yuda di balik handphone. “Din… kamu baik-baik saja kan? aku cemas dengan keadaanmu sekarang”. “Yud, tolong aku! bawa aku keluar dari tempat ini”. Tanpa menjawab sepatah katapun, yuda langsung menutup telponnya dan bergegas lari menuju sahabatnya yaitu dina. Kakiku terasa kaku dan sulit untuk digerakkan, akhirnya yuda memapahku keluar dari tempat itu. “Din… din, kamu ngak apa-apa kan?” Tanya yuda dengan muka cemas. “Yud… antar aku pulang sekarang!” “baik din… kalau itu yang kamu mau”. Dengan laju sedikit lambat, yuda mengantarku pulang dengan scooter antiknya yang berwarna biru itu.
“Nak yuda… ada apa dengan dina?” Tanya ibu kepada yuda dengan sedikit cemas. “Yuda juga tidak tau bu, tiba-tiba dina seperti ini dan minta sama saya untuk di antar pulang”. “Din… dina, kamu kenapa nak? ibu kan sudah melarangmu untuk datang ke resepsi pernikahannya Zaky tapi kenapa kamu tetap datang juga kesana. Ibu khawatir kamu akan sakit hati melihat Zaky bersanding dengan wanita lain”. Tanya ibu dengan panjang lebar.
“Bu… aku ini capek, jadi tolong yud… antar aku ke kamar sekarang juga”. “Baik din, tante saya permisi dulu mau mengantar dina ke kamar” ucap yuda sambil memapah dina ke kamar. “Din… kamu istirahat yah! kalau begitu aku pamit pulang dulu soalnya sudah larut malam”. tiba-tiba dina menarik tangan yuda dan meminta yuda untuk menemania dia malam ini. Yuda yang saat itu sangat khawatir dengan keadaan sahabatanya pun menyetujui permintaan dina.
Hampir 1 jam dina curhat pada yudha, dina merasa lega dan beban pikirannya sedikit berkurang setelah menjelaskan semua masalah yang membuatnya down saat ini. Spontan yudha memeluk dina dan meneteskan air mata. “din… jika kamu punya masalah baik itu masalah kecil maupun masalah besar, saya siap jadi tong sampah untuk menampung masalah yang sedang kamu alami”. Ucap yudha dengan bijak sambil menepuk bahu sahabatnya itu. Percakapan mereka pun berakhir saat yudha pamit pulang pada ibu dan dina. Semenjak yudha pamit pulang, dina terlihat murung di depan televisi. Tiba-tiba diambilnya kembali isi undangan berwarna hitam yang tadi sore iya simpan di dekat televisi. Dina berlari menuju kamar sambil membawa isi undangan itu.
Aku masih ingat, 2 tahun yang lalu aku dan kak Zaky dijodohkan oleh kak Heni yang tak lain kakak perempuannya kak Zaky. Awalnya aku sempat tidak setuju dengan perjodohan ini. Tapi akhirnya aku coba untuk mengenal kak Zaky demi menghargai niat baiknya kak Heni. Pertama ketemu dengan kak Zaky, saat itu juga aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Waktu itu kami ketemu dalam suatu acara buka puasa bersama yang diadakan di rumah kak Zaky. Aku yakin kak Heni sengaja mengundangku untuk datang ke acara itu supaya aku dan kak Zaky bisa bertemu langsung. Sejak pertemuan itu kami mulai akrab, aku dan kak Zaky selalu SMSan. Awalnya respon kak Zaky begitu baik padaku, lama kelamaan mulai berubah. Sempat aku berfikir kak Zaky juga setuju dengan perjodohan ini, tapi ternyata kak Zaky cuma menganggapku teman biasa saja tidak lebih. Hatiku saat itu sangat sakit waktu kak Zaky menjelaskan tentang perasaannya kepadaku yang sebenarnya. Aku kecewa mendengar pengakuan kak Zaky malam itu, yang lebih aku sesalkan saat aku menyetujui perjodohan itu. ucap dina dengan rasa penyesalan.
“Ya Allah… seandainya waktu bisa di ulang kembali, lebih baik aku tidak mengenal kak Zaky yang saat ini tersenyum bahagia bersanding dengan wanita lain”. ucap dina sambil meneteskan air mata. “Ya Allah… aku berjanji, jika esok aku masih bisa melihat indahnya pagi hari yang engkau ciptakan. Maka izinkan aku selalu bersyukur dengan apa yang engkau berikan saat ini”. ucap dina sambil mengusap air mata yang mengalir di pipinya.
Mengagumi Tanpa di Cintai
60
Huhh, hari ini hari pertama aku di mos rasanya cape pegell
dan seru juga haha, banyak loh yang bilang kalau aku cantik kirain aku
cuma di SD doang aku populer ehh ternyata di smp juga ahihi.. Pas
selesai mos pelajaran pun di mulai tapi untungnya gak belajar cuma
perkenalan saja ahaaha, selang beberapa minggu aku mempunyai sahabat ya
kita sudah sangat akrab walaupun kita baru sebentar berkenalan sahabatku
wati memberitahuku ada cowok yang naksir aku:
“put ada salam”
“dari siapa”
“namanya rega dia cakep loh”
“oh iya”
Memang sih jawaban ku sangat cuek soalnya aku waktu itu belum memahami cinta, ahihi..
Wati memberiku surat
“surat dari siapa”
“dari rega kita baca ya”
Dan ternyata isi surat itu menyatakan dia suka kepadaku dan dia meminta
nomor ku, aku sih gak langsung begitu saja ngasih nomor aku karena waktu
itu aku masih oon belum ngerti apa-apa tentang cinta. Rega sering
datang ke kelas ku bersama temannya dia selalu datang ke kelas untuk
melihatku.
Beberpa bulan kemudian ku rasa aku mulai menyukainya aku sudah mengenali sikapnya apa mungkin dia akan jadi milikku? Entahlah..
Saat di kelas wati mengangetkanku saat aku lagi asyik-asyiknya baca novel
“put rega minta nomor kamu”
“wah yang bener kasih aja”
“aciee kamu suka ya”
“apaan sih kamu, nih nomornya”
Wati pun memberikan nomerku kepada rega, senang banget rasanya aku pun
gak sabar ingin cepat-cepat pulang untuk melihat hp ku apakah dia ngsms
aku?
Akhirnya bel pulang berbunyi akupun cepat-cepat pulang, sesampainya
di rumah aku langsung ke kamar ku dan melihat hpku ternyata gak ada sms
dari dia, aku tunggu-tunggu gak ada juga akupun tertidur dan saat bangun
tidur betapa terkejutnya aku ternyata dia ngesms aku, kita pun sering
smsan dan selang beberapa hari dia menembakku akupun langsung
menerimanya tak lupa aku memberitahu sahabatku wati dia bisa merasakan
bahagia yang aku rasakan
Tuhan terimakasih akhirnya aku dan dia bisa bersatu..
Saat kita pacaran hampir satu sekolah mengetahuinya karena aku lumanyan populer di sekolahku ahihi :p
tapi kebahagiaan itu cukup aku rasakan 3 hari..
Rega mengajakku putus dia memutuskan ku demi cewek lain tau kah kalian
sakit rasanya akupun menangis meraung raung kenapa dia tega sama aku
setelah perjuangan cintanya yang cukup besar dia mengejar-ngejar ku
hampir 6 bulan dan di saat kita bersama cuma 3 hari sakit banget hari
itu.
Aku pun memberitahu sahabatku wati tentang ini dia marah-marah kepada rega kenapa tega giniin aku
Biarlah mungkin dia gak bahagia bersama aku
Akupun mengetahui siapa cewe yang jadi pho di hubungan aku, dia
bernama MILA aneh memang kenapa rega memilih dia di banding aku, banyak
yang bilang dia biasa saja banyak juga yang bilang rega bodoh sudah
putsin aku ya menurutku benar!!
7 bulan hubungan mereka berakhir, 7 bulan pun aku menahan sakit di hati ku karena aku masih mencintainya..
Di saat rega putus dengan mila aku dapet sinyal-sinyal lagi dari rega
dia sering memperhatikan aku sering juga senyum kepadaku bahagianya aku,
diapun meminta nomor aku lagi aku pun memberikannya dan tau kah kalian
ternyata dia balikan lagi sama mila, dia phpin aku, nyesek entah berapa
banyak airmata yang aku keluarkan.
2 tahun sudah aku masih mencintainya dan menunggunya entah sampai
kapan rasa itu akan mati dan 2 tahun aku gak bisa ngebuka hati ini untuk
yang lain karena aku mencintai rega aku selalu mengaguminya tanpa di
cintai biarlah kisah ini ku simpan walau hanya sekejab memlikimu itu
sudah cukup bagiku.
Huhh, hari ini hari pertama aku di mos rasanya cape pegell
dan seru juga haha, banyak loh yang bilang kalau aku cantik kirain aku
cuma di SD doang aku populer ehh ternyata di smp juga ahihi.. Pas
selesai mos pelajaran pun di mulai tapi untungnya gak belajar cuma
perkenalan saja ahaaha, selang beberapa minggu aku mempunyai sahabat ya
kita sudah sangat akrab walaupun kita baru sebentar berkenalan sahabatku
wati memberitahuku ada cowok yang naksir aku:
“put ada salam”
“dari siapa”
“namanya rega dia cakep loh”
“oh iya”
Memang sih jawaban ku sangat cuek soalnya aku waktu itu belum memahami cinta, ahihi..
Wati memberiku surat
“surat dari siapa”
“dari rega kita baca ya”
Dan ternyata isi surat itu menyatakan dia suka kepadaku dan dia meminta
nomor ku, aku sih gak langsung begitu saja ngasih nomor aku karena waktu
itu aku masih oon belum ngerti apa-apa tentang cinta. Rega sering
datang ke kelas ku bersama temannya dia selalu datang ke kelas untuk
melihatku.
Beberpa bulan kemudian ku rasa aku mulai menyukainya aku sudah mengenali sikapnya apa mungkin dia akan jadi milikku? Entahlah..
Saat di kelas wati mengangetkanku saat aku lagi asyik-asyiknya baca novel
“put rega minta nomor kamu”
“wah yang bener kasih aja”
“aciee kamu suka ya”
“apaan sih kamu, nih nomornya”
Wati pun memberikan nomerku kepada rega, senang banget rasanya aku pun
gak sabar ingin cepat-cepat pulang untuk melihat hp ku apakah dia ngsms
aku?
Akhirnya bel pulang berbunyi akupun cepat-cepat pulang, sesampainya
di rumah aku langsung ke kamar ku dan melihat hpku ternyata gak ada sms
dari dia, aku tunggu-tunggu gak ada juga akupun tertidur dan saat bangun
tidur betapa terkejutnya aku ternyata dia ngesms aku, kita pun sering
smsan dan selang beberapa hari dia menembakku akupun langsung
menerimanya tak lupa aku memberitahu sahabatku wati dia bisa merasakan
bahagia yang aku rasakan
Tuhan terimakasih akhirnya aku dan dia bisa bersatu..
Saat kita pacaran hampir satu sekolah mengetahuinya karena aku lumanyan populer di sekolahku ahihi :p
tapi kebahagiaan itu cukup aku rasakan 3 hari..
Rega mengajakku putus dia memutuskan ku demi cewek lain tau kah kalian
sakit rasanya akupun menangis meraung raung kenapa dia tega sama aku
setelah perjuangan cintanya yang cukup besar dia mengejar-ngejar ku
hampir 6 bulan dan di saat kita bersama cuma 3 hari sakit banget hari
itu.
Aku pun memberitahu sahabatku wati tentang ini dia marah-marah kepada rega kenapa tega giniin aku
Biarlah mungkin dia gak bahagia bersama aku
Akupun mengetahui siapa cewe yang jadi pho di hubungan aku, dia
bernama MILA aneh memang kenapa rega memilih dia di banding aku, banyak
yang bilang dia biasa saja banyak juga yang bilang rega bodoh sudah
putsin aku ya menurutku benar!!
7 bulan hubungan mereka berakhir, 7 bulan pun aku menahan sakit di hati ku karena aku masih mencintainya..
Di saat rega putus dengan mila aku dapet sinyal-sinyal lagi dari rega
dia sering memperhatikan aku sering juga senyum kepadaku bahagianya aku,
diapun meminta nomor aku lagi aku pun memberikannya dan tau kah kalian
ternyata dia balikan lagi sama mila, dia phpin aku, nyesek entah berapa
banyak airmata yang aku keluarkan.
2 tahun sudah aku masih mencintainya dan menunggunya entah sampai
kapan rasa itu akan mati dan 2 tahun aku gak bisa ngebuka hati ini untuk
yang lain karena aku mencintai rega aku selalu mengaguminya tanpa di
cintai biarlah kisah ini ku simpan walau hanya sekejab memlikimu itu
sudah cukup bagiku.
Ketika Dia Yang Aku Harapkan Untuk Masa Depanku, Ternyata Bukan Dia
Di atas gundukan tanah merah tawa kita merekah. Dulu kita bahagia bersama, menghabiskan masa sebelum kita benar-benar serius ingin menggapai asa. Dulu berlarian tanpa alas kaki dan merebah pada lempeng bumi yang beratap langit biru adalah kegemaran kita. Aku tak pernah mengeluh atas kesederhanaan hidup yang kita jalani. Aku selalu mengingat setiap ucapan polos penuh makna mu yang memotivasiku “kita akan sulit bahagia jika kita juga sulit bersyukur”. Darimu aku belajar banyak.
Dulu tanganmu tak sungkan menggengam pada sela-sela jemariku saat diri ini tak mampu lagi mendaki. Dulu pundakmu begitu kuat menggendongku di saat aku kelelahan untuk berjalan dan kembali pulang. Dulu kamu selalu melindungiku. Sosok perkasamu tak pernah aku lupa. Kamulah pembela dari segala kegaduhan dan kejahilan anak-anak nakal yang mengusiliku. Hal lain yang aku senangi dari dirimu yaitu kamu tak pernah sombong atas kepintaran yang kamu miliki. Tak pernah malas dan angkuh dalam mengajari ulang aku setiap pelajaran IPA dan matematika yang diajari ibu guru di sekolah. Betapa itu pelajaran yang susah namun rasanya begitu mudah bagimu. Aku selalu merasa nyaman saat berada di dekatmu, dalam segala kondisi, dalam setiap keadaan. Aku bahagia.
Pernah ingat harapan dan keinginan kita? Mungkin ini hanyalah sebuah angan, namun bagaikan ikrar kita berdua yang terlontar saat kita duduk bersama di atas bukit yang menghijau. Kamu dan aku pernah punya cita-cita, kita berdua ingin menjadi dokter. Dulu kita ingin mengelilingi dunia. Dulu terselip keinginan kita untuk pergi ke negeri cokelat. Dulu kita pernah memiliki mimpi untuk membangun sebuah kerajaan. Kamulah rajanya dan aku sebagai sang ratu. Masih ada lagi berjuta harapan yang pernah kita rangkai bersama, terkandung dan diam bersahaja dalam sebuah rantai impian.
Aku dan kamu, kita selalu bahagia. Dalam canda kuselipkan cinta diam-diam. Cinta tak berucap yang aku harap dapat terbalaskan. Walaupun aku tak tau pasti kapan itu akan terjadi.
Suatu hari, aku menemukanmu sedang duduk tersenyum di bawah pohon apel.
“Aditya, kamu kok senyum-senyum sendiri?” aku mendekatimu, lalu duduk tepat di sampingmu.
Melihat kedatanganku, kamu tiba-tiba saja memelukku, begitu erat sehingga aku sedikit sulit untuk bernafas. Tapi itu menyenangkan. Kamu lalu menunjukan sebuah lipatan surat putih kepadaku.
“Apa ini?”
“Buka saja. Sudah lama sekali, dan akhirnya kesampaian juga” kamu lalu tersenyum begitu lebarnya hingga sederet gigi putihmu tergambar indah.
Kira-kira apa yang membuatmu sebahagia itu? Sebuah surat? Tapi apa isinya? Apakah ini sebuah surat cinta? Apakah ini surat cintamu? Untuk aku? Apakah ini secarik kertas berisikan perasaanmu kepadaku? Aku bertanya pada gerangan.
Tanganku gemetaran membukanya. Entahlah, aku hanya berharap sesuatu yang baik.
“Be-beasiswa? Kamu dapat beasiswa!? Ke l-lua negeri?!” Aku berteriak dan tersentak kaget.
“Iya!!! Sudah lama aku mendambakannya! Aku berhasil Nania! Aku seneng banget!!” Adit lalu melompat dari tempatnya dan memelukku lagi. Namun kali ini lebih erat. Aku lalu membalas pelukan itu.
Dalam sebuah pelukan kecil aku menangis terharu. Walaupun isinya tak seperti yang aku bayangkan, namun aku sudah benar-benar bahagia dalam keberhasilanya meraih beasiswa ke negeri orang, itu pencapaian yang sangat luar biasa. Aku bahagia dalam bahagianya.
“Jadi itu berarti kamu akan pergi?” tanyaku memelas.
“I-iya..” dia sedikit ragu menjawab.
“Kapan kamu pulang?”
“Aku tak tau, mungkin 4 tahun lagi”
“Mengapa begitu lama?” aku sedikit menggigit bibirku
“Karena kita membutuhkan waktu yang lama untuk belajar”
“Tapi kamu tetap akan kembali ke sini kan?”
“Iya aku janji” dia lalu mengangkat kelingkingnya, demikian hal nya dengan aku. Kami berjanji kala itu. Untuk kembali ke tanah ini, sekitar 4 tahun lagi.
Dalam bahagia akupun bersedih. Aku berusaha menghilang dari perasaan yang mulai menggelitik semakin merajam. Namun semakin lama justru aku semakin sulit tuk bernapas dan bergerak dalam ruang hati yang terkunci oleh cinta yang bersembunyi.
Diam-diam aku menyukaimu. Entahlah, apakah sama halnya dengan dirimu ataukah justru sebaliknya? Kamu pernah berkata padaku “Kamu boleh kok anggap aku sebagai kakak kandungmu sendiri, walaupun umur kita sama”. Tapi bagiamana jika aku menganggapmu lebih? Bolehkah? Jika tidak boleh, lantas bagaimana jika semuanya telah terlanjur? Aku sudah terlanjur jatuh cinta karena hatimu. Aku selalu ingin berada di dekatmu, selalu.
Cinta itu semakin membesar dan memenuhi seluruh ruang jiwa. Aku tak berani berucap dalam jujur. Walau aku tau dimanapun kita bersembunyi cinta tetap akan menemukan kita. Tapi aku tak berharap cinta akan menemukanmu kala itu. Dan taukah kamu? Aku berhasil, aku memenangkannya! Cintaku berhasil aku sembunyikan. Cinta yang aku miliki pun tak mampu menemukanmu. Ya tentu saja karena cinta itu nampaknya tak bisa melangkah sejauh langkahmu meninggalkanku.
Aku tak pernah bersedih dan menghakimi Tuhan atas perpisahan kita. Aku justru berterimakasih kepada-Nya atas kepintaran yang telah dianugerahkan kepadamu sehingga kamu bisa mendapatkan beasiswa untuk bersekolah di luar negeri dengan standar mutu yang lebih baik. Hingga saat ini, setelah kamu pergi meninggalkan tempat kita, aku tak pernah tau kejelasan atas perasaanmu kepadaku. Tapi tak apa, aku akan menunggu dengan setia.
—
Setiap malam bintang menghujan langit hitam. Kelap-kelip yang selalu kita lihat bersama kini hanya mampu aku nikmati seorang diri. Aku masih mencintai tanah ini, tempat masa kecil kita yang telah memberikan berjuta kenangan. Setidaknya disinilah Tuhan pernah mempertemukan kita, walaupun di tempat ini pula kita dipisahkan.
Terlalu banyak pertanyaan berputar dan bermuara pada otakku saat ini. Kamulah tersangkanya. Kamu penyebab dari kepusingan dan kegundahan yang selalu aku rasakan. Bagaimana dengan keadaanmu? Seperti apa sekolahmu di sana? Bagaimana dengan teman-teman barumu? Bagaimana dengan hobbymu? Masih samakah? Masih ingat dengan aku? Ah.. mungkin saja kamu sudah lupa. Aku hanya kawan kecilmu yang tidak terlalu istimewa. Aku hanya seorang gadis kecil berkuncir dua yang sulit untuk mengikat tali sepatunya sendiri. Aku hanyalah seorang gadis yang suka ngambek kalau direbut permen lolinya. Aku hanya gadis kecil dengan segala sifat kekanak-kanakannya. Aku hanya gadis kecil yang menyukai warna merah muda dan boneka teddy. Aku adalah seorang gadis kecil yang tak pantas namun telah lancang untuk menyukai… dirimu. Maafkan atas kelancanganku ini.
Aku sempat menduga kamu telah melupakan semuanya, tentang kita dan tempat ini. Aku sempat mengira kejeniusan otakmu telah benar-benar membawamu pada dunia yang berbeda. Dunia tempat tinggalmu, penuh dengan kemudahan teknologi yang berisikan orang-orang brilliant. Duniamu yang baru, aku takut telah mengubah kawan kecilku yang dulu.
Tapi tidak, doktrin dan segala pikiran ngawurku yang sudah telontar sangat jauh ternyata salah. Kamu kembali pulang. Kamu kembali ke tempat kita, sayang. Aku tak ingin melepaskanmu kali ini. Tidak lagi, kamu jangan pergi lagi. Jika kau temui seseorang yang pertama kali menangis di saat kepergianmu, maka itulah aku.
“Kenapa kamu gak bilang-bilang aku dulu kalau kamu mau datang? Kan biar aku bisa siapin makanan-makanan enak. Aku udah bisa masak loh?” Aku tersenyum lebar, mengacungkan jempol kananku mantap.
“hehehe, aku cuma mau liburan aja. Aku mau memberitahukanmu sesuatu. Yah hitung-hitung mau ngasih surprise aja” Angin berhembus lembut diiringi tawa manisnya yang merekah indah.
“Surprise? Apa itu?”
“Itu artinya kejutan” Jawabnya santai.
“Oh haha. Oke Kejutan. Kamu emang udah bener-bener ngejutin aku banget. Tapi jujur aja aku seneng dengan kehadiranmu” Aku berucap dengan entengnya, tanpa menyembunyikan apapun yang ingin aku katakan.
“Haha.. eh anyway aku mau ngasih tau kamu sesuatu loh? Sesuatu yang spesial banget!”
“Apa Dit?”
“ada deh, hehe bukan sekarang”
“Ih kamu ini bikin penasaran deh. Kapan dong?”
“um entar deh aku hubungin kamu lagi”
Mungkinkah? Hal yang ingin dia sampaikan padaku itu merupakan jawaban dari penantianku selama ini? Apakah setelah 4 tahun kita dipisahkan Tuhan? Dan inikah hasilnya? Inikah takdirMu Tuhan? Benarkah? Jantungku berpacu kuat, sekuat rusa yang berlari kencang, menghindar dari busur panah.
“Hey Nania, kamu ngelihatin apa sih? Kok bengong gitu tiba-tiba. Haha masih sama aja kayak dulu, sukanya bengong wae” Aditya lalu megacak-acak pelan rambutku, sesuatu yang sangat aku sukai dari dia. aku seperti merasa… di sayang?
“Ah enggak hehe” jemariku mulai memainkan gerakannya, merapikan rambutku yang sedikit berantakan dalam frekuensi tetap selama beberapa detik.
“Oh iya besok pagi aku mau pergi ke air terjun nih”
“Kamu mau ngajakin aku gitu maksudnya?” Ya ampun pipiku jadi memerah malu.
“eh, iyah? Sebenarnya.. ada yang ingin aku tunjukan padamu disana”
“Ada apa? Kok kamu..”
“ah enggak papa, besok pagi jam 8 aku jemput kamu ya? Aku udah lupa soalnya jalan menuju kesana makanya kamu ikut aku ya?” Aditya menggaruk pelan kepalanya.
“oke hehe”
Ya Tuhan, aku tidak sabar. Sudah lama aku menanti-nantikan kesempatan seperti ini. Teman kecil yang Engkau pertemukan kembali. Betapa beruntungnya aku.
Langit berangsur-angsur menunjukkan efek tyndal. Warna biru telah tergantikan menjadi orange lalu kemudian hitam memenangkan semuanya, kembali memakan langit dan terselimut gelap malam.
Semalaman aku sulit untuk tertidur. Mengapa jam berputar sangat perlahan? Ayolah! Ingin rasanya aku menendang setiap jarum jam yang bergerak per detiknya. Agar dia semakin cepat! Agar aku bisa beremu Adit lagi, aku kangen ya Tuhan.
Sedikit demi sedikit aku terbuai jauh masuk melampaui batas alam sadar manusia. Aku tertidur.
—
“Nania, kok siap-siapnya lama sekali kamu? Ayo buruan, sudah di tunggu Adit di depan tuh” Bapak berteriak dari arah ruang tamu. Suaranya terdengar dengan sangat jelas sampai di kamar.
“Iya Pak, bentar lagi Nania keluar kok” Aku berusaha menyahut seruan itu.
“Ah tidak apa-apa kok pak, pelan-pelan saja” Terdengar pelan suara Aditya yang berkata kepada Bapak. Lalu keduanya tertawa.
Aku lalu keluar kamar. Memakai baju short dress biru bermotif bunga-bunga. Tidak, kali ini bajunya tidak seperti anak kecil. Umurku sudah 18 Tahun, tidak lagi berbaju short dress pink dan berkuncir dua.
Kami lalu menaiki mobil Aditya. Sepertinya dia memang telah lupa arah jalan menuju air terjun. Padahal dulu dialah kompasku, penunjuk jalan kemanapun kami ingin bepergian. Yah waktu memang memiliki kemampuan dan kekuatannya sendiri dalam mengubah seseorang, mengubah ingatan, karakter dan pola pikir, apapun itu. Sepertinya sekaranglah giliranku, penunjuk arah ke salah satu tempat favorit kami dulu. Tak heran, memang sudah cukup banyak perubahan di sini, selain akses jalan yang sudah lebih bercabang. Tapi sebenarnya tak jauh berbeda.
Sepanjang perjalanan Aditya memang sibuk menyetir dan bertanya arah padaku. Tapi ada satu hal yang sedikit mengusikku. Dia juga terlihat begitu sibuk dengan hapenya, tertawa dan tak henti mengutak-atik setiap tuts mungil itu menggunakan tangan kanan semntara tangan kirinya tetap menyetir. Aku hanya bertanya-tanya, memangnya hal menarik apa yang ada dalam kotak elektronik kecil itu?
—
“Akhirnya sampai! Kok rasanya jauh ya? Padahal waktu kecil dulu serasa cuma berjalan kaki lima menitan doang hehe” dia menarik napas dalam dan menghembuskan, dalam.
“Haha, itu karena kita menikmati setiap langkah kita dulu. Kita juga menikmati setiap waktu yang berlalu hingga lelah tak pernah terasa begitu nyata” iya, aku memang menikmati semuanya, terutama.. terutama saat bersama kamu Adit. Ah andai kamu tau.
“iya iya mungkin kamu benar. Setuju banget aku” dia tersenyum.
Wajahnya masih sama, tak satupun berbeda kecuali goresan pada lekukan pipinya sedikit lebih banyak dan raut wajah yang telah lebih dewasa.
Dari kejauhan terdengar suara seorang cewek yang memanggil nama Aditya. Nampak seorang cewek yang baru keluar dari sebuah mobil hitam mewah. Cewek itu cantik. Benar-benar bergaya ala cewek metropolitan. Rambutnya sepanjang pinggang, hitam lebat dan sedikit bergelombang. Kulitnya putih dan bersih. Dia memakai celana jeans selutut, kaos putih polos yang dilapisi rompi hitam dan kalung dengan leontin berbentuk hati yang setiap ujungnya seperti dilapisi intan-intan kecil dan di bagian dalamnya terdapat huruf A&N. indah sekali kalung itu. Dia berjalan perlahan, terlihat sangat anggun walaupun dengan style seperti itu di tambah lagi sepatu kets putih di kaki. Dia menggantungkan tas kecil di tangan kirinya lalu menghampiri Adit dan merangkulnya.
Aku tersentak kaget. Berani sekali cewek itu. Apakah dia… ah tidak mungkin. Aku tidak mau berpikir hal-hal yang buruk.
“A-adit..”
“Oh iya Nania, ini Nayla”
“H-hai Nayla. Aku Nania” kami lalu berjabat tangan. Tangannya lembut. Sepertinya dia tak pernah memegang benda kasar, tak mungkin.
Aku masih terpesona padanya. Dia seperti sosok cewek yang, sempurna. Dan jika aku bandingkan dengan diriku, tak mungkin kami sebanding, tak mungkin selevel, tak mungkin sama! Tak mungkin. Aku sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan hal itu. Masalah kecantikan, teralu banyak cewek cantik yang pernah aku lihat di televisi walaupun dia salah satunya. Tapi, mengapa rangkulannya terlihat begitu mesra? Aditya justru membalas untuk merangkul leher panjang dan ‘wah’ nya itu. Aku cemburu! Wajahku memerah! Tidak boleh Adit! Kamu tidak boleh sedekat itu. Setidaknya kamu tidak boleh seperti itu di depanku.
Nania bodoh! Tak tau dirikah kamu? Hah, berani sekali. Memangnya ada hak apa aku ini? Aku bukan siapa-siapanya. Iya! Aku bukan siapa-siapa kamu Adit! Aku aku tak tau diri! Tapi sakit… sakit sekali.
“Nania, ada apa?” Adit menaikkan alis kanannya, memperhatikanku.
“A-ah eng-enggak kok” aku menunduk.
“Ini dia surprise yang aku maksudkan” Adit menepuk pelan pundak cewek yang bernama Nayla itu.
“Aku tunangan Adit” Nayla menggoreskan senyuman manis di bibirnya yang tipis dan berwarna merah muda.
Rasanya jantungku seperti berhenti berdetak. Dadaku berhenti kembang-kempis. Bola mataku hampir meloncat keluar. Lidahku kaku. Tanganku membeku. Tubuhku tak serasa lumpuh!
“Ja-jadi kejutannya…”
“iya tanggal 23 November nanti kami akan menikah. Aku ingin memperkenalkan seluruh kehidupanku dulu kepada dirinya” katanya. “Termaksud kampung halamanku, dan kamu. Pokonya semua masa kecil dan hal-hal yang mencangkup tentang aku deh! Hehe” dia lalu tertawa.
Masa lalumu. Iya benar, aku memang hanya sampah masa lalumu. Dalam tawa yang sedang menghiasi wajahmu, aku menangis. Tak ada lagi kisah indah yang aku bayangkan akan terjadi setelah kedatanganmu. Tak mungkin lagi segala hal dan kejadian kita dulu akan terulang.
Kalian lalu bermain air terjun bersama. Setiap air yang menetes, embun yang dihasilkan, tawa yang merekah, bahagia yang terlukis jelas… kalian memang sangat serasi. Aku lebih memilih duduk sendiri. Dari kejauhan aku hanya mampu melihatmu. Dari kejauhan aku hanya mampu memanggil namamu dalam diam. Dari kejauhan aku mampu mencintaimu. Hanya dari kejauhan aku mampu memandangimu. Dari kejauhan aku menangisimu. Dari kejauhan cintaku rasanya telah hanyut. Terbawa air terjun yang jatuh dari ketinggian 20 meter itu.
Tak seorangpun tau aku bersedih. Tak ada yang menyadari aku menangis. Di atas batu besar aku sandarkan kesedihanku sendiri. Percikan air terjun telah menyatu dengan air mataku, tak mungkin ada yang mampu membedakan antara mereka, baguslah. Dalam sedu aku tersenyum saat kau menoleh padaku. Tak maksud aku menghancurkan kebahagiaan kalian. Tidak. Mencintai diam-diam selalu terasa sakit. Apalagi jika orang yang kita cintai tak pernah sadar kalau kita mencintainya dan justru lebih memilih untuk mencintai orang lain. Cinta yang di pendam itu tidak lebih baik, Karena cepat ataupun lambat, cinta itu mampu membunuh mereka yang masih saja memendamnya.
Memendam cinta, sakit bukan main. Rasanya hatiku hancur berkeping-keping. Mengapa engkau harus datang lagi? Jika selanjutnya aku tau kau akan pergi dan meminang wanita lain. Mengapa aku harus jatuh cinta padamu? Mengapa aku begitu yakin pada perasaanku bahwa kamulah masa depanku? Padahal bukan! Mengapa kali ini Tuhan memberiku cobaan yang mampu menyayat perasaanku hingga ulu hati? Sakit sekali! Iya sakit! Mengapa aku harus cinta padamu? Jadi sia-siakah penantian panjang yang telah aku lakukan? Hilanglah sudah waktu berhargaku, menunggu sesuatu yang justru menyakitkanku.
Jadi jelas sudah. Aku mengerti rasanya, KETIKA DIA YANG AKU HARAPKAN UNTUK MASA DEPANKU, TERNYATA BUKAN DIA.
Cara hack hotspot mikrotik
Selama
beberapa bulan ini semakin banyak trik
internet gratis yang menyebar luas lewat internet. Entah itu lewat mobile
broadband atau membobol warnet hotspot yang sudah saya bahas. Tidak cukup
itu saja, kali ini ada lagi trik internet
gratis yaitu dengan membobol hotspot
mikrotik. Sebenarnya cara ini sudah lama digunakan, tetapi karena baru saja
saya praktekan maka saya tulis langkah-langkah membobol hotspot mikrotik-nya.
Pertama-tama, kita harus ingat biasanya kalau kita terhubung dengan hotspot mikrotik maka kita akan dihadapkan dengan menu mikrotik login sebelum kita bisa browsing. Biasanya ini terjadi di kampus-kampus yang menyediakan hotspot fakultas atau di kantor. Tentunya kala itu kita tidak berpikir bagaimana cara hack hotspot mikrotik tersebut.
Cara ini adalah untuk mem-by pass mikrotik login, sebenarnya lebih tepat kalau disebut cloning client. Intinya kita tidak harus login dulu untuk bisa browsing, karena target sudah login. Kita sebagai clone-nya jadi tidak perlu login. Trik ini hanya bisa jalan selama client yang kita clone masih terhubung ke hotspot.
Ini dia langkah-langkah membobol hotspot mikrotik :
1. Download Netcut terlebih dahulu, program ini untuk mengetahui MAC address yang terhubung dengan kita.
2. Koneksikan komputer kita dengan hotspot mikrotik
3. Jalankan program Netcut
4. Pilih LAN Card / NIC yang kita gunakan dengan mengklik menu Choice NetCard

5. Kemudian klik OK kembali ke layar utama, pilih salah satu network yang terkoneksi. Yang jelas bukan network kita atau network server.

6. Salin IP address dan MAC address, bisa juga dengan mengklik PrintTable kemudian blok dan copy paste ke notepad untuk langkah selanjutnya.

7. Setelah dipaste di notepad langkah selanjutnya edit nilai MAC address, pada contoh ini [00:26:5E:60:81:1C]. Hilangkan tanda [:] sehingga menjadi 00265E60811C. Nilai ini yang akan kita gunakan untuk merubah MAC address kita.
8. Selanjutnya kita disable dulu wireless LAN kita. Kemudian buka properties wireless LAN dan ubah nilai Local Administration MAC Network, default kosong. Isi dengan nilai tadi, pada contoh ini 00265E60811C

9. Kemudian kita set IP wireless LAN kita dengan IP yang sama yaitu 192.168.182.18 dan isi juga DNS server address.
Untuk DNS server address bisa dicek sebelum kita merubah MAC dan IP. Jadi waktu pertama kali kita terhubung ke hotspot, dengan cara mengetik perintah dari command prompt
C:\>ipconfig/all

10. Langkah terakhir adalah meng-enable kembali wireless LAN kita. Sekarang kita bisa browsing tanpa harus ijin pada yang punya hotspot.
11. Hasil :
Sebelum melakukan clone
Sesudah melakukan clone

Nah, itu tandanya sudah selesai. Cara hack hotspot mikrotik ini hanya buat jalan pintas, karena sebenarnya kita bisa mencari admin hotspotnya dan meminta username dan password. Karena cara halal itu biasanya akan lebih baik daripada jalan pintas dengan cara kotor. :p
Pertama-tama, kita harus ingat biasanya kalau kita terhubung dengan hotspot mikrotik maka kita akan dihadapkan dengan menu mikrotik login sebelum kita bisa browsing. Biasanya ini terjadi di kampus-kampus yang menyediakan hotspot fakultas atau di kantor. Tentunya kala itu kita tidak berpikir bagaimana cara hack hotspot mikrotik tersebut.
Cara ini adalah untuk mem-by pass mikrotik login, sebenarnya lebih tepat kalau disebut cloning client. Intinya kita tidak harus login dulu untuk bisa browsing, karena target sudah login. Kita sebagai clone-nya jadi tidak perlu login. Trik ini hanya bisa jalan selama client yang kita clone masih terhubung ke hotspot.
Ini dia langkah-langkah membobol hotspot mikrotik :
1. Download Netcut terlebih dahulu, program ini untuk mengetahui MAC address yang terhubung dengan kita.
2. Koneksikan komputer kita dengan hotspot mikrotik
3. Jalankan program Netcut
4. Pilih LAN Card / NIC yang kita gunakan dengan mengklik menu Choice NetCard

5. Kemudian klik OK kembali ke layar utama, pilih salah satu network yang terkoneksi. Yang jelas bukan network kita atau network server.

6. Salin IP address dan MAC address, bisa juga dengan mengklik PrintTable kemudian blok dan copy paste ke notepad untuk langkah selanjutnya.

7. Setelah dipaste di notepad langkah selanjutnya edit nilai MAC address, pada contoh ini [00:26:5E:60:81:1C]. Hilangkan tanda [:] sehingga menjadi 00265E60811C. Nilai ini yang akan kita gunakan untuk merubah MAC address kita.
8. Selanjutnya kita disable dulu wireless LAN kita. Kemudian buka properties wireless LAN dan ubah nilai Local Administration MAC Network, default kosong. Isi dengan nilai tadi, pada contoh ini 00265E60811C

9. Kemudian kita set IP wireless LAN kita dengan IP yang sama yaitu 192.168.182.18 dan isi juga DNS server address.
Untuk DNS server address bisa dicek sebelum kita merubah MAC dan IP. Jadi waktu pertama kali kita terhubung ke hotspot, dengan cara mengetik perintah dari command prompt
C:\>ipconfig/all

10. Langkah terakhir adalah meng-enable kembali wireless LAN kita. Sekarang kita bisa browsing tanpa harus ijin pada yang punya hotspot.
11. Hasil :
Sebelum melakukan clone
Sesudah melakukan clone
Nah, itu tandanya sudah selesai. Cara hack hotspot mikrotik ini hanya buat jalan pintas, karena sebenarnya kita bisa mencari admin hotspotnya dan meminta username dan password. Karena cara halal itu biasanya akan lebih baik daripada jalan pintas dengan cara kotor. :p
Langsung ke cara coiiiii: 1. Download software netcut 3.0
(versi terbaru). KLIK OH YEZZ Dan jika kamu memakai windows 7, setelah install
netcut, download winCap nya. KLIK CROT (Tujuan dari install netcut untuk
melihat MAC address yang terhubung dengan kita). 2. Coneksikan komputer/laptop
kita ke hotspot. 3. Jalankan netcut nya. 4. Pilih LAN Card / NIC yang kita
gunakan dengan mengklik menu Choice NetCard 5. Lalu pindah ke menu utama, dan
pilih network orang lain, jangan pilih network kamu maupun network server. 6.
Pindah dan copy IP address dan MAC address dengan klik print table dan copy ke
notepad. 7. Paste kan di notepad, kemudian edit nilai MAC address, pada contoh
ini [00:26:5E:60:81:1C]. Hilangkan tanda [:] sehingga menjadi 00265E60811C.
Nilai ini yang akan kita gunakan untuk merubah MAC address kita. 8. wokeyh,
lalu disable dulu wireless LAN kita. Buka properties wireless LAN dan ubah
nilai Local Administration MAC Network, default kosong. Isikan dengan nilai
tadi, misalnya 00265E60811C. 9. Set IP wireless LAN kita dengan IP yang sama
yaitu 192.168.182.18 dan isi juga DNS server address. 10. Eng ing eng, enable
kan wireless LAN kamu, dan sekarang kamu connec tanpa menu login. NB: Untuk
mengetahui DNS server address bisa dicek sebelum kita merubah MAC dan IP. Jadi
waktu pertama kali kita terhubung ke hotspot, dengan cara mengetik perintah
dari command prompt C:\>ipconfig/all
CERITAKU
CERITAKU
Kala ejekan slalu terdengar
Kala hinaan slalu terlihat
Ku coba tuk bertahan
tuk tetap kuat juga tersenyum
Sempat ku mengeluh
Sempat ku menagis
Tak terima akan semua ini
Tapi inilah kehendak tuhan
Apa yang Ia kehendaki
Itulah yang terbaik
Mencoba untuk jadi yang terbaik
apapun itu keadaannya
Agar aku akan di kenang
Ketika nyawa dan jasad tak bersatu lagi
MAAF
MAAF
Sekian lama kau mencintaiku
Sekian lama kau memperhatikanku
Tak ada balasan terindah dariku
Mungkin salahku
Terlalu mengaguminya
Mungkin dosaku
Terlalu mencintainya
Andai...
Waktu bisa merubah keaadan
Aku ingin rasa ini ada untukmu
Karna kau mampu buatku tersenyum
Namun...
Apalah dayaku Ketika hati sudah terpaut cinta padanya
Mungkin ini yang terbaik
Meninggalkan mu untuk selamanya
Ku takut cintamu kan semakin dalam untuk ku
Maaf...
Jika aku tak dapat mewujudkan Impian indah mu untuk bersamaku
Langganan:
Postingan (Atom)